Home » Karawang » Pelajar Karawang Dilarang Mengendai Motor Ke Sekolah

Pelajar Karawang Dilarang Mengendai Motor Ke Sekolah

larangan pelajar bawa motor

Polres Karawang melarang pelajar mengendarai sepeda motor ke sekolah

Pelajar mengendarai sepeda motor ke sekolah sudah menjadi pemandangan umum di Karawang, terutama di pagi hari dan jam-jam pulang sekolah. Tak cuma pelajar SMU/SMK, tapi juga pelajar SMP.

Di beberapa daerah, bahkan banyak pelajar SD yang juga mengendarai sepeda motor untuk berangkat ke sekolah. Salah satu contoh di jalan Walahar, Kosambi. Jika tidak percaya, siahkan membuktikan sendiri di pagi hari.

Namun pemandangan seperti itu tak lama lagi akan hilang, pasalnya Polres Kabupaten Karawang, telah melarang pelajar untuk mengendarai sepeda motor ke sekolah. Keputusan ini dibuat mengingat tingginya pelanggaran lalu lintas oleh pengendara di bawah umur.




“Kami sudah mengirim surat ke Dinas Pendidikan Karawang terkait larangan pelajar menggunakan sepeda motor,” kata Kapolres setempat AKBP Ade Ary Syam Indradi, di Karawang, Rabu (14/06/2017).

Ia mengatakan, kalangan pelajar yang belum cukup umur tidak diperbolehkan menggunakan sepeda motor. Sebab, mereka tidak mempunyai SIM. Aturan mengenai hal itu sudah jelas, dan kini pihak kepolisian kembali menegaskan aturan tersebut.

Surat larangan menggunakan sepeda motor yang dikirim ke Dinas Pendidikan Karawang itu ialah surat nomor B/39/VI/2017/ Lantas, dengan tembusan kepada Bupati Karawang dan Polda Jabar.

Selain karena tingginya pelanggaran lalu lintas yang dilakukan kalangan pelajar yang belum cukup umur saat mengendarai sepeda motor, larangan itu juga dikeluarkan karena banyak kecelakaan yang melibatkan pengendara sepeda motor dari kalangan pelajar.

“Kami berharap pemkab lebih peduli lagi dan mendukung larangan menggunakan sepeda motor bagi pelajar. Begitu juga para orang tua, jangan izinkan anaknya yang belum memiliki SIM menggunakan sepeda motor untuk ke sekolah,” katanya.

Sementara itu, catatan Unit Laka Lantas Satlantas Polres Karawang, sepanjang Januari hingga Mei 2017, telah terjadi 174 kasus kecelakaan lalu lintas. Kalangan pelajar menempati urutan kedua setelah pegawai swasta.

“Hingga kini sudah ada 30 pelajar yang menjadi korban kecelakaan,” kata dia.

Leave a Reply

%d bloggers like this:
Free WordPress Themes - Download High-quality Templates