Home » Karawang » Waspada, Dua Pelajar Di Karawang Positif Mengidap HIV-AIDS

Waspada, Dua Pelajar Di Karawang Positif Mengidap HIV-AIDS

aids karawang

Dua orang pelajar di Kabupaten Karawang terdeteksi positif mengidap HIV-AIDS. Hal tersebut diungkapkan oleh Staf Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Karawang, Yana Aryana, di kantornya, Kamis 18 Mei 2017.

Secara total, jumlah pengidap HIV-AIDS di Kabupaten Karawang bertambah 71 orang sejak Januari Hingga April 2017. Sebagian besar pengidap baru dari virus yang belum ada penangkalnya itu merupakan ibu rumah tangga dan karyawan.

“Pengidap HIV-AIDS di Kabupaten Karawang masih didominasi kalangan karyawan dan dan ibu rumah tangga,” ujarnya.

Namun, lanjut dia, jika dilihat jenis kelaminnya masih lebih banyak kaum laki-laki, yakni 47,66%, sedangkan kaum wanita hanya 24,34%. “Dari 71 penderita baru yang ditemukan, 22 di ataranya adalah karyawan dan ibu rumah tangga. Sebanyak 5 orang dari kalangan buruh, 2 mahasiswa dan 2 lagi pelajar,” katanya.

Menurutnya, penambahan jumlah penderita HIV-AIDS yang mencapai 71 orang dalam catur wulan pertama, sangan memprihatinkan. Sebab, angkat tersebut dipastikan akan terus bertambah sampai akhir tahun 2017 nanti.

Disebutkan, saat ini jumlah total pengidap yang terdata KPA Kabupaten Karawang mencapai 742 orang. “Kami akan terus berupaya agar penambahan pengidap virus tersebut tidak terlalu tinggi. Sosialisasi tentang bahaya HIV-AIDS terus disosialisasikan kepada masyarakat,” kata dia.

Menurut Yana, dari 30 kecamatan yang ada di Kabupaten Karawang, empat kecamatan di antaranya dinilai paling rawan penyebaran HIV-AIDS. Empat kecamatan itu adalah Telukjambe Timur, Karawang Barat, Karawang Timur, dan Rengasdengklok.

Disebutkan, empat kecamatan itu menjadi fokus pengawasan KPA setempat. “Pada tahun ini di Kecamatan Telukjambe Timur penambahannya mencapai 9 kasus, Karawang Barat 6 kasus, Karawang Timur 6 kasus, dan Kecamatan Rengasdengklok 5 kasus,” katanya.

Menurut Yana, penularan terbanyak penyakit itu akibat seks bebas yang dilakulan kaum homo dan para lelaki hidung belang. Kemudian penggunaan jarum suntik secara sembarangan.

“Usia penderita yang baru ditemukan berkisar antara 20 hingga 29 tahun,” katanya.

Secara keseluruhan, berdasarkan catatan AHF Indonesia yang bersumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, sudah ditemukan 24.639 orang terinveksi HIV di provinsi ini. Sekitar 7.900 di antaranya sudah masuk tahap AIDS. Angka itu merupakan rekapitulasi total Jawa Barat sejak 1989 sampai September 2016. (Sumber: Pikiran-Rakyat)

Leave a Reply

%d bloggers like this:
Free WordPress Themes - Download High-quality Templates