Home » Karawang » Pemprov Jabar Tolak Bandara Karawang, Ini Alasannya

Pemprov Jabar Tolak Bandara Karawang, Ini Alasannya

pembangunan bandara karawang

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menolak pembangunan Bandar Udara di Kabupaten Karawang, dan memilih untuk membangun bandara besar Kertajati di Majalengka. Meski kemarin sempat ada kesalahan prosedur dalam tahap pembebasan lahan, namun proses di bandara Majalengka tersebut mengalami kemajuan.

Batalnya pembangunan Bandar Udara di Kabupaten Karawang dikarenakan Pemprov Jabar khawatir lumbung pangan terganggu. Karawang menghasilkan 1,515 juta ton gabah kering dari sekitar 97.529 hektar sawah. Dalam lima tahun terakhir, luasa sawah terus berkurang karena telah berubah fungsi.

Sementara mengacu pada pembangunan bandara, untuk Bandara Kertapati di Majalengka saja, dibutuhkan lahan sekitar 1.800 hektar. Cukup beralasan jika pemda Jabar membatalkan pembangunan bandara di Karawang.

Meski begitu, beberapa bandara lama di Jabar juga akan dikembangkan terutama memperluas lahan untuk pendaratan pesawat. Diantaranya Bandara Nusawiru Cijulang di Pangandaran yang akan diperpanjang runwaynya. Begitu juga bandara Tasikmalaya, Bandara Sukabumi dan Bandara di kota Garut.

Untuk pemeliharaan pesawat, CEO AIAC mengatakan untuk hanggar idealnya juga didirikan di luar pulau Jawa seperti di kota-kota di Sumatera seperti kota Batam atau kota Pangkalpinang di pulau Bintan. Pertimbangannya lahan masih luas dan spareparts pesawat yang diimport dari Singapura, logistiknya bisa lebih murah.

Leave a Reply

%d bloggers like this:
Free WordPress Themes - Download High-quality Templates